Au Pair adalah batu loncatan untuk studi/bekerja dan hidup di Jerman

Sesuatu yang baru dimulai pertama kali, akan selalu lebih sulit untuk dilakukan (Pepatah lama Jerman)

Ke luar negeri ataupun hidup dan bekerja di luar negeri merupakan impian atau mimpi dari banyak orang atau daya tarik tersendiri bagi generasi muda zaman now. Ini dikarenakan antara lain kemajuan ekonomi, budaya dan teknologi bangsa lain membuat banyak anak muda tertarik untuk belajar atau bekerja bahkan untuk hidup dan menetap di sana. Di samping itu sejak adanya Internet yang sudah bisa diakses dengan mudah membuat masyarakat tidak lagi terkurung di satu negara, melainkan sudah saling terhubung menjadi suatu masyarakat dunia (global). 

Ini membuat pilihan untuk menentukan masa depan maupun untuk mencoba sesuatu yang baru sangat terbuka lebar. Salah satunya adalah peluang untuk studi,bekerja dan hidup di Jerman atau negara yang berbahasa Jerman lainnya (Swiss dan Austria). Sebagai negara modern baik Jerman, Swiss dan Austria menawarkan kesempatan seperti akses pendidikan hingga perguruan tinggi yang sangat berkualitas, penghasilan yang besar serta kesempatan untuk berkarir sukses minimal di eropa.

Aupair dari Palangka Raya di Jerman
Tentu saja untuk bisa masuk dan tinggal di ketiga negara tersebut harus memiliki ijin yang dinamakan dengan Visa yang hanya dikeluarkan oleh negara -negara tersebut. Salah satu ijin untuk tinggal lebih dari 90 hari yang dikeluarkan adalah Visa sebagai Au Pair.

Apa itu Au Pair? Au Pair berasal dari kata Perancis yang berarti "at par" atau "equal to"  yang bisa diartikan sebagai " hubungan timbal-balik/sejajar". Pada penerapannya adalah tinggalnya pemuda-pemudi berusia 18-26 tahun (28 tahun maksimal di Austria)  secara sementara di keluarga angkat di suatu negara asing dan menjadi bagian dari keluarga tersebut dengan tugas-tugas tertentu. Dengan kata lain yang membedakannya dengan pekerjaan lain adalah, adanya ikatan batin/emosional khusus yang terjalin dengan keluarga angkat ( Gast Familie/GF).

Konsep Au Pair diterapkan pertama kali di Eropa usai Perang Dunia II. Setelah perang selesai masyarakat kelas ekonomi tinggi  dan menengah  kesulitan dalam mencari dan membayar pengasuh anak, kalaupun ada akan sangat mahal mengingat keadaan ekonomi yang merosot akibat perang. Sehingga muncul kemudian dari kalangan ini, perempuan-perempuan muda yang menawarkan diri membantu mengasuh anak dan urusan rumah tangga ringan, dengan mendapatkan imbalan sedikit tambahan uang saku dan makanan.


Seiring kemajuan jaman, sekarang menjadi Au Pair tidak lagi di dominasi oleh perempuan,melainkan terdapat juga Au Pair laki-laki. Bahkan tidak hanya berasal dari benua Eropa atau Amerika saja, bahkan sudah berasal dari seluruh belahan dunia termasuk dari Indonesia sendiri.
Seorang Au Pair asal Afrika di Jerman 
Seorang Au Pair sekarang akan mendapat uang saku dan kamarnya sendiri,berhak ikut dalam aktifitas keluarga angkatnya seperti piknik atau berwisata dan pada malam harinya dibebaskan dari tugasnya mengurus anak dimana nantinya dia bisa menonton tv,belajar di kamarnya atau sekedar keluar rumah bersosialisasi dengan teman-temannya. Peraturan di Eropa juga sekarang mewajibkan orang tua angkat untuk membiayai biaya sekolah bahasa dari Au Pair tersebut apabila diperlukan nanti untuk studi atau bekerja. Komisi Eropa mewajibkan seorang Au Pair memiliki perjanjian kontrak dengan keluarga angkatnya (selama 6 bulan s.d.1 tahun).

Berikut beberapa pekerjaan yang menjadi tugas seorang Au Pair sesuai kontraknya di Eropa:

Seorang Au Pair pada umumya bertugas untuk :
  • membangunkan anak-anak asuhnya
  • mengantar dan menjemput mereka
  • membantu dalam pekerjaan rumah mereka dari sekolah
  • bermain dengan mereka
  • menemani mereka bermain di taman maupun aktifitas lain di luar rumah
  • menyiapkan makanan ringan mereka dan membersihkannya setelah selesai makan
  • menyetrika pakaian dan mencuci pakaian mereka 
  • menyiapkan tempat tidur mereka 
  • merapikan mainan mereka
  • membersihkan kamar mandi anak 
  • membersihkan kamar anak

Seorang Au Pair TIDAK diwajibkan untuk :

  • mengurus semua urusan rumah tangga di rumah
  • menyiapkan makanan bagi orang dewasa di rumah termasuk orang tua
  • membersihkan dan menyiapkan kamar tidur orang dewasa serta kamar mandi mereka
  • mengepel lantai (seperti Cinderella ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ )
  • membersihkan jendela
  • merawat hewan peliharaan
  • merawat taman 
  • merawat dan menjaga anak lain di luar dari anggota keluarga angkatnya.  
Tugas -tugas diatas dalam prakteknya tidak semua dikerjakan, misalnya yang berkaitan dengan mencuci /setrika atau membersihkan kamar mandi, semua tergantung dengan keluarga angkat dan persetujuan bersama dengan calon Au Pair.

seyogyanya calon Au Pair haruslah bertujuan untuk memperdalam bahasa dan mempelajari budaya dari negara yang dituju supaya visa nya tidak ditolak. (apabila alasannya untuk bekerja kemudian menetap akan membuat ijin visanya tidak akan dikeluarkan).
Di Jerman sendiri seorang Au Pair diberikan uang saku perbulan minimal 280 Euro (Austria sekitar 400 Euro) dan ditanggung tiket pesawat (sesuai perjanjian bersama), akomodasi,makan sehari-hari bersama GF, berikut asuransi kesehatan serta biaya sekolah bahasa untuk memperdalam bahasa Jerman yang akan sangat berguna sekali untuk berkarir di Jerman,Austria atau Swiss.
Oleh karena itu sangat disarankan pada saat pengajuan Visa seyogyanya calon Au Pair haruslah bertujuan untuk memperdalam bahasa dan mempelajari budaya dari negara yang dituju supaya visa nya tidak ditolak. (apabila alasannya untuk bekerja kemudian menetap akan membuat ijin visanya tidak akan dikeluarkan).

Nah, berikut ini adalah prosedur menjadi au pair lewat jalur mandiri disadur dari https://denkspa.com/2017/10/27/prosedur-mendaftar-program-au-pair-jalur-mandiri/ :
1. DAFTAR DI SITUS PENYALUR AU PAIR
Mendaftar dulu, membuat profil di www.aupairworld.com, dan mencari-cari keluarga yang sesuai.
Tips membuat profil: Sertakan beberapa foto dengan anak kecil. Buat profil seramah dan sejujur mungkin (Bahasa Inggris juga nggak apa-apa kalau belum bisa bahasa dari negara tujuan).
Tips lain:* jangan pasiv!! Kalian harus aktif mengirim pesan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan au pair. Tapi juga jangan terlalu banyak mengirim pesan, bisa-bisa situs ini mendeteksi scammer. Mungkin 10 keluarga per hari, lalu tunggu respon mereka. Kemudian kirim pesan lagi.
* jangan mudah menyerah!  ada yang sampai 2 tahun baru dapat, ada yang 6 bulan kemudian baru dapat. Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri, jadi jangan putus asa, terus mencoba!
* usahakan hanya keluarga yang cocok denganmu. Kalau mereka punya terlalu banyak anak, sedangkan kalian hanya sanggup mengasuh maksimal 3 anak, sebaiknya cari yang anaknya sedikit!
* Ingat! Orang Indonesia tak bisa menjadi au pair di negara-negara tertentu, contohnya di Inggris, Amerika dan Australia (kecuali mereka menggunakan visa yang berbeda, contohnya ke Australia bisa mengusahakan untuk apply visa work and travel, dsb). Jadi jangan terkecoh dengan tawaran menjadi au pair di negara-negara tersebut. Teman dekatku pernah sampai tertipu dengan mengirim uang hingga 8 juta ke calon host family. Ingat! Tak ada host family yang meminta identitas paspor dan meminta uang. Jadi, kita wajib waspada terhadap penipuan
2. INTERVIEW
Interview dengan host family ini sifatnya sangat non-formal, seperti memperkenalkan diri satu sama lain, memperkenalkan calon anak yang akan kita asuh, bertanya tentang tugas-tugas, dsb.
Setelah selesai video call, beberapa hari kemudian kita bisa bertanya apakah mereka memilih kita menjadi au pair mereka. Kalau memang iya, kita bisa lanjut ke step berikutnya, kalau tidak, kita harus balik ke poin pertama, yakni mencari host family lagi.

3. Pengurusan Kontrak, Asuransi dan Kursus Bahasa

Poin ini sebenarnya diurus oleh host family, namun kita juga sedikit ikut campur memberikan informasi. Usahakan meminta host family untuk mengirim kontraknya sesegera mungkin ke Indonesia agar saat mengajukan visa, kontrak itu sudah di tangan.Contoh, host family mengirim lewat DHLdari Jerman ke Indo memakan waktu 3 bulan (ada juga yang satu minggu sudah datang dikirim lewat DHL juga). Jadi, lebih cepat lebih baik, bukan?
Note: Kesepakatan antara kalian dan host family harusnya tinggal satu rumah. Jika kalian disewakan apartemen sendiri atau tinggal terpisah, minta host family untuk tidak menulisnya di kontrak, karena banyak au pair yang ditolak visanya karena tidak tinggal serumah.
4. KURSUS BAHASA
 Jadi,mulailah kursus bahasa Jerman.Setelah lulus ujian A1, jangan berhenti belajar dan begitu tiba di Jerman, kita akan terlatih menggunakan kosa kata yang telah kita hafalkan dengan grammar yang telah kita pelajari (usahakan sebisa mungkin berbicara menggunakan bahasa Jerman dengan host family)- dijelaskan lebih detil dibawah/Penjelasan Detil tentang Kursus Bahasa
5. Membuat Paspor
Poin ini menjadi tidak penting dan tidak berada di prosedur ini jika kalian sudah memiliki paspor. Tapi aku dulu mengurus paspor sembari kursus bahasa Jerman. Untuk membuat paspor, sebenarnya tidaklah susah, cek saja di google cara membuat paspor, pasti banyak info.
Ada pertanyaan bahwa ketika kita mengurus paspor, akan ditanya untuk apa dan jika kita menjawab untuk au pair, kita akan dipersulit karena program au pair masih belum begitu populer di kalangan instansi pemerintah (imigrasi) di Indonesia, jadi sebaiknya jawab untuk kuliah di luar negeri atau untuk berlibur ke mana gitu (Singapore, Malaysia, Aussiedsb), mereka sebenarnya bertanya untuk formalitas saja.
6. UJIAN A1
Poin ini juga bisa di skip kalau kalian sudah punya sertifikat A1 dari goethe institut.(dijelaskan lebih detil dibawah/Penjelasan Detil tentang Kursus Bahasa)
7. Membuat janji untuk apply Visa
Ini poin yang amat penting. Jika kalian sudah punya sertifikat A1 dan paspor, tempatkan prosedur ini setelah pengurusan kontrak. Saat host family mengirim dokumen yang dibutuhkan, segera saja bikin janji di kedubes Jerman. Bikin termin atau janji di kedubes sangatlah mudah, hanya janjinya saja yang selalu penuh, jadi harus kita lakukan jauh-jauh hari. 
8. Persiapan Apply Visa
Membuat Motivation Letter, Lebenslauf (CV), dan latihan untuk wawancara di kedubes juga penting untuk dipersiapkan.
Contoh motivation letter (untuk FSJ ) bisa kalian lihat di http://denkspa.com/2016/10/14/contoh-lamaran-kerja-daftar-riwayat-hidup-dan-motivation-letter-dalam-bahasa-jerman-dan-inggris/
9. Membuat Asuransi perjalanan
Asuransi kesehatan yang diurus oleh host family saja sudah cukup. Namun syarat terbaru untuk berangkat ke Jerman, kita harus punya asuransi perjalanan juga. 
10. Apply Visa
Untuk apply visa, sayangnya kita harus datang sendiri ke Jakarta. Bagi yang tinggal di Jakarta, pastinya tak perlu repot-repot booking tiket pesawat dan hotel ya :). Jangan lupa membawa semua dokumen yang diperlukan. Apa saja itu:
Untuk dokumen-dokumen pengajuan visa au pair, silakan cek laman kedubes Jerman  Jangan sampai ada satu dokumen pun yang tertinggal!
Saat apply visa, kita juga diwawancarai oleh native Deutsch speaker. Jadi persiapkan diri anda! 
Syarat Pengajuan Visa Au Pair  pada umumnya sebagai berikut :
  • Berusia 18-26 tahun (pada saat pengajuan Visa/untuk Austria maksimal 28 tahun)
  • Memiliki sertifikat bahasa Jerman A1 
  • Melampirkan Kontrak atau Surat pemanggilan  beserta keterangan tiket keberangkatan ditanggung Gast Familie/Host family
  • Asuransi Kesehatan dari GF
  • Ijazah yang sudah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah
  • Menyukai anak-anak  
Info lebih lanjut menjadi Au pair di Swiss bisa lihat disini https://www.aupair.com/en/p-au-pair-programs.php

11. Menunggu Visa disetujui
Sambil menunggu visa disetujui, teruslah optimis dan perbanyak belajar bahasa Jerman, juga mengenal budaya Jerman dengan banyak membaca atau nonton You Tube agar kita tidak terlalu shock saat berada di sana.
12. Visa di-ACC? Pesan tiket pesawat!
Saat visa sudah di tangan, baru pesan tiket pesawat. Supaya tidak  menanggung resiko visa ditolak dan kehilangan ratusan euro buat tiket pesawat. Tiket akan dibelikan oleh host family. Saat sudah sampai di Jerman, ada yang harus diganti 50% dari gaji di bulan ke-10 atau sepenuhnya ditanggung-kembali lagi  sesuai kesepakatan awal atau negosiasinya bagaimana.
13. Persiapan berangkat ke Jerman
Luangkan waktu sebanyak-banyaknya bersama sahabat dan keluarga sebelum terbang ke negeri nun jauh di sana. Pastikan membawa jaket (Jerman banyak dinginnya ketimbang panasnya), jangan membawa barang-barang yang tak akan kamu butuhkan dan bisa dibeli di Jerman dengan mudah (contohnya: membawa beras, piring, gelas.
14. Berangkat!!!

PENJELASAN DETIL TENTANG KURSUS BAHASA :
Jangan kuatir, bahasa Jerman tingkat dasar (A1) cukup bisa dikuasai dengan mudah, dengan waktu belajar harus memenuhi 180 Jam pelajaran (Jp),biasanya ditempuh dalam waktu 3 atau 4 bulan belajar intensif .Bahkan menurut pendapat pribadi dan pengalaman penulis, menguasai bahasa Jerman lebih mudah daripada harus menempuh tes TOEFL Bahasa Inggris misalnya
Seperti tertulis di atas, seorang calon Au Pair juga harus menguasai kemampuan bahasa Jerman tingkat dasar dengan menunjukan hasil kelulusan ujian sertifikat A1 dari Pusat Kebudayaan Jerman Goethe -Institut di Jakarta, Bandung atau Surabaya. Karena hanya sertifikat ujian bahasa dari Goethe Institut yang diakui secara internasional oleh pihak kedutaan Jerman/Austria/Swiss untuk memberikan ijin tinggal Au pair atau Studi /Bekerja di  negara mereka.

Jangan kuatir, bahasa Jerman tingkat dasar (A1) cukup bisa dikuasai dengan mudah, dengan waktu belajar harus memenuhi 180 Jam pelajaran (Jp),biasanya ditempuh dalam waktu 3 atau 4 bulan belajar intensif.  Bahkan menurut pendapat pribadi dan pengalaman penulis, menguasai bahasa Jerman lebih mudah daripada harus menempuh tes TOEFL Bahasa Inggris misalnya, karena menurut pengamatan pribadi (belum ada penelitian resmi hanya pantauan saja) yang sudah mendapatkan sertifikat A1 dari Goethe Institut cukup banyak dengan nilai yang baik (80/100) dibandingkan tes  TOEFL/IELTS bahasa Inggris skor minimal 500-550 (Ini pendapat pribadi lo ya based on experiences ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€๐Ÿ˜…)

Salah satu keuntungan bahasa Jerman, ternyata juga diajarkan di jenjang SMA/SMK. Kalian bisa mendapatkan pelajaran Bahasa Jerman secara gratis tanpa kursus dengan  level yang sama sejak kelas X sampai kelas XII , kalian tinggal cari sekolah yang ada pelajaran bahasa Jermannya atau bagi yang sudah dapat pelajarannya di sekolah, bukan kata terlambat untuk mulai lebih giat lagi belajar bahasa Jermannya.

Tempat kursus banyak tersebar di kota -kota di seluruh Indonesia termasuk di Kota Palangka Raya-Kalimantan Tengah. Info kursus bahasa Jerman maupun ingin mendapatkan info langsung tentang Au Pair di Kota Palangka Raya silahkan kalian klik :
https://www.instagram.com/kursus_jerman_palangkaraya/  atau https://www.facebook.com/kursus_jerman_palangkaraya-337398873469834/
atau  E-mail arekdeutsch@yahoo.com  ; jimmyanggen@gmail.com
atau Whats App di 081254462180 (Call or Direct Messages)

Sedangkan informasi tentang Goethe Institut  dan level bahasa Jerman maupun informasi kursus bahasa Jerman di Goethe Institut Indonesia silahkan klik di https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5191361747382227337#editor/target=post;postID=2304357546224429372;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=1;src=postname
atau di https://www.goethe.de/ins/id/id/index.html 

Salah satu manfaat dari program Au Pair di negara yang berbahasa Jerman yang paling sering dirasakan adalah setelah menyelesaikan kontrak, maka seorang Au Pair bisa mendapatkan akses untuk melanjutkan kuliah di Jerman, Austria maupun Swiss baik untuk S1 atau S2 /S3 dengan tingkat kemampuan berbahasa yang sudah sangat baik, sehingga nantinya  bisa memilih berkarir atau bekerja di Jerman dengan penjamin adalah orang tua angkatnya (apabila di butuhkan). Karena bagi orang asing yang ingin mendapatkan visa studi apabila di Jerman, maka harus menyediakan uang jaminan sekitar Rp140.000.000 per tahun (Hal ini akan dibahas nanti di tulisan berikutnya๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜„)

Berdasarkan pengalaman, hampir semua Au Pair dapat melanjutkan kuliah di Jerman atau bekerja melalui Ausbildung.  Program Au Pair adalah salah satu cara  ampuh untuk mendapatkan atau meraih cita-cita studi atau bekerja di Jerman dengan biaya serendah-rendahnya atau resiko seminim-minimnya,asal kalian suka dengan anak-anak dan ikhlas mau bekerja di negara orang. Apabila tidak ikhlas atau suka mengeluh maka mungkin kalian tidak cocok menjadi Au Pair.
 salah satu alumni Palangka Raya  yang sukses di Jerman
Berdasarkan pengalaman, hampir semua Au Pair dapat melanjutkan kuliah di Jerman atau bekerja melalui Ausbildung.  Program Au Pair adalah salah satu cara  ampuh untuk mendapatkan atau meraih cita-cita studi atau bekerja di Jerman dengan biaya serendah-rendahnya atau resiko seminim-minimnya,asal kalian suka dengan anak-anak dan ikhlas mau bekerja di negara orang. Apabila tidak ikhlas atau suka mengeluh maka mungkin kalian tidak cocok menjadi Au Pair.
So , tunggu apa lagi, apabila sudah mantap di hati , segera wujudkan! Karena kalian tidak akan pernah tahu kalau tidak mencoba seperti pepatah Jerman berikut : Der erste Schritt ist der Schwerste (Sesuatu yang baru dimulai pertama kali, akan selalu lebih sulit untuk dilakukan )


Sampai ketemu di topik berikutnya. Ade!










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kursus Bahasa Jerman di Palangka Raya persiapan studi (s1,s2,s3) dan kerja (Aupair/Ausbildung) di Jerman